“Dalam setiap Kebangkitan, pemudalah rahasia kekuatanya” (Hasan Al
Banna)
Pemuda telah membuktikan perannya dalam perjalanan bangsa
ini. Menengok sejarah dimulai tahun 1908 berdirinya organisasi kepemudaan Boedi
Oetomo sebagai cikal bakal penggerak perlawanan terhadap penjajah. Tahun 1928,
berkumpulnya seluruh pemuda Indonesia untuk mendeklarasikan Sumpah Pemuda.
Tahun 1945, diawali dari penculikan generasi tua (soekarno dan Hatta) oleh
generasi muda ke Rengasdengklok mendesak
diproklamirkan Kemerdekaan Indonesia. Tahun 1966, tergulingnya orde lama
kepemimpinan Presiden Soekarno atas desakan para pemuda begitupun tahun 1999
tergulingnya orde baru rezim Soeharto diprakarsai dari desakan para pemuda
salah satunya untuk segera memulihkan krisis ekonomi. Dari serangkaian gambaran
sejarah diatas, betapa pemuda memiliki posisi strategis menentukan arah
kepemimpinan bangsa Indonesia.
Rahasia kehebatan dibalik sosok pemuda adalah
potensi-potensinya, yaitu ; 1)Agent Of
Change (pembawa perubahan), kepekaan memandang persoalan bangsa menjadikan
mereka kritis dan tajam dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. 2)
Iron Stock (cadangan yang kuat) fisik yang gagah dan kuat menjadikan mereka
tangguh tak mudah menyerah. Masyarakatpun memberi peran penting pada pemuda
sebagai 1) center of referen ( pusat
referensi) bagi pengambilan keputusan di masyarakat. 2) Center of activity (pusat aktivitas) dalam pemberian solusi
permasalahan bangsa. 3) center of
movement (Pusat pergerakan) pemudalah penggiring, pengawal dan pencetak
solusi-solusi untuk menyelesaikan permasalahan seperti kemiskinan,
ketenagakerjaan, kerusakan alam, kriminalitas, kekerasan sosial dan konflik
antarkelompok, di Indonesia.
Persoalan bangsa di masadepan jauh lebih pelik daripada
sekarang. Pemuda sebagai kunci perubahan haruslah memiliki perbekalan dalam
menyongsong tanggungjawab tanah air ini dipundaknya. Membekali diri dengan
keilmuan yang mumpuni, mengasah kecerdasan, mempertajam kompetensi, mengokohkan
jati diri. Dengan terus menerus meng-upgrade dirinya, dalam menjalankan
fungsinya sebagai pilar kepemimpinan
bangsa.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar,
begitu banyak SDM berpotensi. Menurut
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin “sebenarnya tidak
ada krisis calon pemimpin nasional. Hanya, kita belum menemukan saja karena
kami amati ada beberapa wali kota dan bupati yang punya pemikiran substantif
dan pemikiran bagus," di REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Media massa berperan penting
mengangkat figur calon-calon pemimpin dari generasi muda yang ada di daerah
untuk menasional dan disambut pula dengan masyarakat yang memberi kesempatan
kepada calon pemimpin muda untuk berkarya dan membuktikan dirinya.
Tahun 2014, adalah awal yang baik untuk alih
generasi dengan pemimpin muda, semangat muda membawa Indonesia sejahtera. Mari
masyarakat beri kesempatan para pemimpin muda berkiprah dalam memperbaiki Negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar