Selasa, 19 November 2013

Pemimpin Muda Untuk Indonesia



“Dalam setiap Kebangkitan, pemudalah rahasia kekuatanya” (Hasan Al Banna)

Pemuda telah membuktikan perannya dalam perjalanan bangsa ini. Menengok sejarah dimulai tahun 1908 berdirinya organisasi kepemudaan Boedi Oetomo sebagai cikal bakal penggerak perlawanan terhadap penjajah. Tahun 1928, berkumpulnya seluruh pemuda Indonesia untuk mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Tahun 1945, diawali dari penculikan generasi tua (soekarno dan Hatta) oleh generasi muda  ke Rengasdengklok mendesak diproklamirkan Kemerdekaan Indonesia. Tahun 1966, tergulingnya orde lama kepemimpinan Presiden Soekarno atas desakan para pemuda begitupun tahun 1999 tergulingnya orde baru rezim Soeharto diprakarsai dari desakan para pemuda salah satunya untuk segera memulihkan krisis ekonomi. Dari serangkaian gambaran sejarah diatas, betapa pemuda memiliki posisi strategis menentukan arah kepemimpinan  bangsa Indonesia.

Rahasia kehebatan dibalik sosok pemuda adalah potensi-potensinya, yaitu ; 1)Agent Of Change (pembawa perubahan), kepekaan memandang persoalan bangsa menjadikan mereka kritis dan tajam dalam menyelesaikan permasalahan bangsa.   2) Iron Stock (cadangan yang kuat) fisik yang gagah dan kuat menjadikan mereka tangguh tak mudah menyerah. Masyarakatpun memberi peran penting pada pemuda sebagai 1) center of referen ( pusat referensi) bagi pengambilan keputusan di masyarakat. 2) Center of activity (pusat aktivitas) dalam pemberian solusi permasalahan bangsa. 3) center of movement (Pusat pergerakan) pemudalah penggiring, pengawal dan pencetak solusi-solusi untuk menyelesaikan permasalahan seperti kemiskinan, ketenagakerjaan, kerusakan alam, kriminalitas, kekerasan sosial dan konflik antarkelompok, di Indonesia.
Persoalan bangsa di masadepan jauh lebih pelik daripada sekarang. Pemuda sebagai kunci perubahan haruslah memiliki perbekalan dalam menyongsong tanggungjawab tanah air ini dipundaknya. Membekali diri dengan keilmuan yang mumpuni, mengasah kecerdasan, mempertajam kompetensi, mengokohkan jati diri. Dengan terus menerus meng-upgrade dirinya, dalam menjalankan fungsinya sebagai pilar kepemimpinan  bangsa.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, begitu banyak SDM  berpotensi. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin “sebenarnya tidak ada krisis calon pemimpin nasional. Hanya, kita belum menemukan saja karena kami amati ada beberapa wali kota dan bupati yang punya pemikiran substantif dan pemikiran bagus," di REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Media massa berperan penting mengangkat figur calon-calon pemimpin dari generasi muda yang ada di daerah untuk menasional dan disambut pula dengan masyarakat yang memberi kesempatan kepada calon pemimpin muda untuk berkarya dan membuktikan dirinya.
Tahun 2014, adalah awal yang baik untuk alih generasi dengan pemimpin muda, semangat muda membawa Indonesia sejahtera. Mari masyarakat beri kesempatan para pemimpin muda berkiprah dalam memperbaiki Negara.

Tidak ada komentar: