Peradaban Siapakah orang Islam yang pertama kali berani minum khamr setelah Allah dan Rasul-Nya mengharamkan? Siapakah orang Islam yang pertama kali memamerkan auratnya setelah Allah dan Rasulnya mengharamkan? Siapakah orang Islam pertama yang pertama kali memasang tattoo di tubuhnya setelah Allah melalui Rasul-Nya mengharamkan? Siapakah orang Islam yang pertama kali mempelopori pacaran dan khalwat pria dan wanita bukan muhrim setelah Allah dan Rasul-Nya mengharamkan? Pernahkah kita membayangkan betapa masyarakat muslim dewasa ini bisa sedemikian permisif dengan perilaku yang melanggar syariat Allah. Pernahkah kita bertanya bagaimana semua ini dapat terjadi. Sering kita dengar dari orang tua kita betapa dulu sangat sulit melihat orang berbuat maksiat terang-terangan. Hari ini bahkan selain melakukan maksiat terang-terangan, banyak juga orang-orang ‘well educated’ bahkan memberi dukungan atas menyebarnya kemaksiatan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita renungkan sebuah hadits yang cukup panjang dari baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wasalam. حدّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ، قَالَ: سَمِعْتُ عَامِرًا، يَقُولُ: سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَثَلُ القَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالوَاقِعِ فِيهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ، فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا، فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا، وَنَجَوْا جَمِيعًا “ Abu Nu’aim berkata kepada kami, Zakaria berkata kepada kami, ia berkata: “Aku telah mendengar ‘Amir, ia berkata: Aku telah mendengar An-Nu’man bin Basyir r.a. dari Nabi saw beliau bersabda: “Perumpamaan orang yang teguh menjaga larangan-larangan Allah SWT dan orang yang melanggar larangan-larangan-Nya seperti sekelompok orang yang berebut naik ke dalam sebuah perahu. Maka sebagian mereka dapat bagian atas kapal dan sebagian lainnya mendapat bagian bawah. Para penumpang yang berada di bagian bawah kapal jika memerlukan air harus melewati para penumpang yang berada di atas. Kemudian penumpang yang berada di bawah itu berkata: “Seandainya kami lubangi tempat duduk kami satu luang saja, maka kami tidak usah lagi mengganggu para penumpang yang berada di atas”. Apabila penumpang lainnya membiarkan mereka dengan apa yang mereka kehendaki, niscaya hancurlah seluruh penumpang kapal. Dan apabila penumpang lainnya mencegah tangan mereka dari upaya melubangi kapal, niscaya selamatlah seluruh penumpang kapal”. Takhrij Hadits Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Bukhory dalam “Asy-Syahaadaat” dari ‘Umar bin Hafsh bin Ghiyats dari ayahnya dari Al-A’masy dari Asy-Sya’by. Dan dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dalam “Al-Fitan” dari ahmad bin Mani’ dari Abu Mu’awiyah dari Al-A’masy, dan ia berkata: Hadits ini Hasan Shohih.[2] Bagi sebagian orang hadits tersebut merupakan perintah amar ma’ruf nahi munkar. Sehingga setiap orang diminta untuk melaksanakannya. Namun mari kita telaah lebih lanjut maka akan kita dapatkan bagaimana sebuah kemaksiatan menjadi sebuah penyakit sosial dan kemudian bahkan dianggap budaya. Kalimat “Seandainya kami lubangi tempat duduk kami satu luang saja, maka kami tidak usah lagi mengganggu para penumpang yang berada di atas” menggambarkan suatu kondisi awal terjadinya kemaksiatan yaitu: Adanya anggapan baik terhadap suatu wacana kemaksiatan Adanya pembiaran pada tahap wacana kemaksiatan di kalangan terdekat (para penumpang di bagian bawah) Tidak adanya kepekaan pada kemungkinan munculnya kemaksiatan di kalangan yang terkait secara tidak langsung dengan para pelaku kemaksiatan. Ilustrasi sederhananya sebagai berikut… Dalam sebuah masyarakat yang taat dan patuh terhadap sebagian besar perintah dan larangan Allah, tidak mustahil muncul informasi betapa nikmatnya minum khamr. Jika informasi ini dibiarkan maka melekatlah dalam persepsi masyarakat. Kemudian seorang, ya hanya seorang pemuda merasa penasaran untuk mencoba minum khamr. Tentu saja dia tidak berani melakukannya di tengah masyarakatnya yang demikian taat dan mengharamkan khamr. Maka dia pun mencobanya di kampung yang membolehkan khamr. Orang tua sang pemuda karena kelalaiannya tak mengetahui bahwa sang pemuda diam-diam pergi ke kampung seberang untuk mencoba khamr. Dan tatkala pemuda itu sudah dirasuki minuman memabukkan tersebut lambat laun muncul keberaniannya untuk mencoba di rumahnya. Orang tuanya pun kemudian marah dan menasehatinya. Namun pemuda itu tetap pada pendiriannya. Maka melunaklah orang tuanya dan mengatakan bahwa ia boleh minum tapi hanya di rumah saja. Kemudian berlalulah masa, pemuda yang sudah dirasuki khamr tersebut semakin berani. Ia kemudian meminumnya di halaman rumahnya. Orang tuanya pun kemudian marah dan menasehatinya. Namun pemuda itu tetap pada pendiriannya. Maka melunaklah orang tuanya dan mengatakan bahwa ia boleh minum tapi hanya sampai halaman rumah saja. Kemudian berlalulah masa, pemuda yang sudah dirasuki khamr tersebut semakin berani. Ia kemudian meminumnya di tempat kumpul para pemuda. Warga pun kemudian marah dan menasehatinya. Namun pemuda itu tetap pada pendiriannya. Maka melunaklah para warga dan mengatakan bahwa ia boleh minum tapi hanya untuk dirinya saja. Jika ini dibiarkan maka perilaku pemuda ini menggugah pemuda lain melakukan hal serupa, dan jika masyarakat membiarkannya maka terjadilah apa yang disebut wabah kemaksiatan. Demikian halnya dengan merebaknya perzinaan, homoseksualisme, korupsi, tattoo, dan berbagai kemaksiatan lainnya melalui proses yang serupa. Syekh Muhammad Quthb mengingatkan kita tentang wabah kemaksiatan yang terjadi karena tidak pedulinya masyarakat terhadap kemaksiatan yang dianggap remeh. Dan saat wabah sudah terjadi maka sesungguhnya kerugiannya tidak sekadar kerugian moral melainkan akan berimbas pada kehancuran material. Dan kehancuran peradaban hanya soal waktu. Betapa banyak peradaban besar yang binasa dikarenakan dekadensi moral sudah menjadi budaya. Kaum Samud, kaum Aad, dan bangsa-bangsa besar lainnya yang harus rela kehilangan kejayaannya disebabkan mereka membiarkan bibit kemaksiatan tumbuh. Oleh sebab itu, teguhlah kita dalam menjaga larangan-larangan Allah kepada anak-anak kita dan orang-orang yang dalam wewenang kita. Sebagaimana mereka ‘bersabar’ untuk mendapat izin dari kita untuk bermaksiat maka kita pun akan bersabar untuk mencegah mereka agar tidak melanggar larangan-larangan Allah tersebut. Jika kita enggan bersabar atau tidak peduli.. Maka sesungguhnya kita sedang menggali kuburan besar. Yaitu kuburan bagi kita dan masyarakat beradab yang kita tinggali hari ini. Surat Al-Anfal ayat 25 patut menjadi bahan renungan kita selanjutnya.. وَاتَّقُوا فِتْنَةً لاَتُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya” Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/10/24/58891/kemaksiatan-biang-kehancuran-peradaban/#ixzz3U8R1X6xx Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Menjadi benar itu penting, namun merasa benar itu tidak baik. Kearifan akan membuat seorang menjadi benar, bukan merasa benar.
Perbedaan orang benar dan orang yang merasa benar: orang benar, tidak akan berpikiran bahwa ia adalah yang paling benar. Sebaliknya orang yang merasa benar, di dalam pikirannya hanya dirinyalah yang paling benar.
Orang benar, bisa menyadari kesalahannya. Sedangkan orang yang merasa benar, merasa tidak perlu untuk mengaku salah.
Orang benar, setiap saat akan introspeksi diri dan bersikap rendah hati. Tetapi orang yang merasa benar, merasa tidak perlu introspeksi. Karena merasa sudah benar, mereka cenderung tinggi hati.
Orang benar memiliki kelembutan hati. Ia dapat menerima masukan dan kritikan dari siapa saja, sekalipun itu dari anak kecil. Orang yang merasa benar, hatinya Keras, ia sulit untuk menerima nasihat dan masukan apalagi kritikan.
Orang benar akan selalu menjaga perkataan dan perilakunya, serta berucap penuh kehati-hatian. Orang yang merasa benar: berpikir, berkata, dan berbuat sekehendak hatinya, tanpa pertimbangan/pedulikan perasaan orang lain.
Pada akhirnya, orang benar akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang. Sedangkan orang yang merasa benar sendiri hanya akan disanjung oleh mereka yang berpikiran sempit, dan yang sepemikiran dengannya, atau mereka yang hanya sekedar ingin memanfaatkan dirinya.
Mari terus memperbaiki diri untuk bisa menjadi benar, agar tidak selalu merasa benar.
Bila kita sudah termasuk tipe orang benar, bertahanlah dan tetaplah dalam kebenaran dan rendah hati serta berupaya untuk memberi keberkahan.
(Habib Salim Segaf Al Jufri, Ketua Majelis Syuro PKS)
#AyoLebihBaik #WorkToWin #PartaiKeadilanSejahtera
Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Malam lailatul qadar merupakan malam yang mulia yang terjadi hanya satu tahun sekali dan waktu tepatnyapun tidak ada satu orang pun yang mengetahuinya , karena itu menjadi rahasia ALLAH swt . Lalu apa yang menjadi keistimewaan malam lailatul qadar di banding dengan malam – malam lainnya ? Pertanyaan seperti ini pasti masih banyak bermunculan diantara kita . Walaupun tidak menghilangkan kemungkinan bahwa sudah banyak juga yang mengetahui keistimewaan dari malam lailatul qadar atau malam seribu bulan . Namun tidak ada larangan bukan untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan .
Keistimewaan Malam Lalatul Qadar
Dalam QS.Al-Qadr ayat 1 – 5 , dijelaskan dan digambarkan begitu besar keistimewaan malam lailatul qadar di bandingkan dengan malam – malam lainnya . Di dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa malam lailatul qadar adalah malam yang banyak mengandung kebaikan , keberkahan , risky , takdir , manfaat dunia dan akhirat serta terhindar dari gangguan setan .
Berikut penjelasan mengenai keistimewaan malam lailatul qadar secara lebih rinci :
1. Malam Lailatul Qadar merupakan waktu diturunkannya Kitab suci Al- Qur’an
adversitemens
Keistimewaan malam lailatul qadar yang pertama , yaitu merupakan malam dimana Allah swt menurunkan kitab suci Al-Qur’an kepada Rasulullah saw , sebagai pedoman hidup seluruh umat manusia di bumi dalam menjalankan segala urusan baik urusan dunia ataupun akhirat . Hal ini dijelaskan dalam sebuah Hadist berikut :
2. Malam Lailatul Qadar Merupakan Malam Yang Penuh Berkah
Allah swt berfirman dalam QS.Ad- Dukhan ayat 3 :
Dalam ayat tersebut malam yang di maksdud yaitu malam lailatul qadar . Dan sudah jelas sekali bahwa keistimewaan malam lailatul qadar dibanding dengan malam yang lain yaitu merupakan malam yang penuh dengan keberkahan .
adversitemens
3. Malam yang lebih mulia dari 1000 bulan
Yang di maksud dengan malam lailatul qadar lebih mulia lebih mulia daripada 1000 bulan yaitu bahwa seseorang yang beribadah di malam lailatul qadar seperti shalat malam , dzikir atau amalan yang lainnya itu lebih baik daripada amal ibadah shalat dan puasa selama 1000 bulan . Subhanallah . . .Pendapat ini merupakan pendapat para ulama yang telah di sepakati .
Allah swt berfirman dalam QS.Al-Qadr ayat 3 :
4. Malam dimana Para Malaikat Turun ke bumi , termasuk Malaikat Jibril
Di malam lailatul qadar , dengan seizin Allah swt para malaikat turun ke bumi . Dan turunnya malaikat menandakan banyaknya berkah dan rahmat yang turun . Sebagaimana para malaikat turun ketika ada seseorang yang membaca Al-Qur’an , mereka ( malaikat ) mengitari orang – orang yang berada dalam majelis ilmu .
Keistimewaan malam lailatul qadar bahwa di malam itu Allah swt menurunkan para malaikat , dijelaskan dalam FirmanNya yang terkandung dalam QS. Al- Qadr ayat 4 :
5. Malam Yang Penuh Dengan Keselamatan
Malam lailatul qadar disebutkan bahwa sebagai malam yang sifatnya ” Salaam ” , atau yang artinya bahwa malam lailatul qadar adalah malam yang penuh dengan keselamatan . Karena dimalam ini , para saitan tidak mampu berbuat apa – apa dan tidak dapat mengganggu manusia dengan hal – hal yang buruk sampai dengan terbitnya fajar .
Dan dapat diartikan juga bahwa di malam lailatul qadar , banyak yang selamat dari hukuman dan siksaan . Karena di malam ini Allah swt akan mengampuni dosa orang – orang yang mau meminta dan bermuazabah kepada Allah swt di malam tersebut .
Allah swt berfirman dalam QS.Al-Qadr ayat 5 :
Description: Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
6. Malam dimana Allah swt mencatat takdir tahunan
Di dalam sebuah kitab tafsir ibnu kasir , dijelaskan bahwa pada malam lailatul qadar di lauhul Mahfudz mengenai penulisan takdir dalam waktu satu tahun kedepan , terasuk juga dicatat ajal dan rizki. Dan di malam lailatul qadar juga akan di catat segala sesuatu yang akan terjadi sampai akhir tahun .
Allah swt berfirman dalam QS. Ad-Dukhan ayat 4 :
7. Allah swt akan mengampuni dosa orang yang menghidupkan malam lailatul qadar
Perhatikan hadist di bawah ini :
Dari hadist di atas , dapat kita simpulkan bahwa seseorang yang melaksanakan ibadah di malam lailatul qadar seperti shalat ,dzikir , membaca Al- Qur’an karena keimanan maka Allah swt akan mengampuni dosa – dosanya yang telah lalu . Yang di maksud dengan keimanan yaitu beribadah karena Allah , tidak menjalankan ibadah dengan tujun tertentu atau alasan kecuali mencari ridho Allah swt .
Demikian penjelasan mengenai keistimewaan malam lailatul qadar dalam agama islam . Semoga dengan penjelasan di atas , kita mampu memperbaiki diri kita di mulai dari sekarang dan seterusnya . Karena seseorang yang akan mendapatkan keberkahan malam lailatul qadar adalah orang yang rajin beribadah tidak hanya di waktu tertentu saja. Namun yang perlu diingat yaitu kita hanya seorang hamba yang hanya mampu berusaha yang mengatur semua tentang pahala hanyalah Allah swt . Semoga di taun ini , kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu menjadi salah satu orang yang bertaqwa . Amin
Kumpulan Kata-Kata Motifasi dan Mutiara
Jangan Takut Sukses
Karena yang tidak Sukses hanyalah
Orang2 yang tidak pernah melangkah
Kurangi kerumitan hidup dengan membuang keinginan yang tidak diperlukan ,
maka pekerjaan hidup akan berkurang dengan sendirinya.
-edwinvanteale
Tidak ada komentar:
Posting Komentar