Ikhlas Benteng kekuatan Islam
Al-Imam Hasan Albanna membatasi Baiat ( Janji setia) yang merupakan ikatan setia bagi kaum muslimin dalalam kiprahnya di bidang dakwah dalam sepuluh rukun ,salah satu dari rukun baiat ini adalah ikhlas. Untuk kader dakwah harus mem punyai rasa ikhlas.karena dengan ikhlas itulah kita dapat dapat termotivasi untuk berlomba- lomba beramal dijalan allah tidak di kontaminasi dari hal – hal yang membuat lemahnya iman.
Adapun dasar – dasar diterimanya amal sholeh :
- Amal perbutan yang dilakukan dengan rasa ikhlas dan niat yang murni
- Amal perbuatan sesuai itu harus sesuai dengan sunah nabi SAW.
Tanda – tanda ke ikhlasan
1.Takut akan populeritas
Seorang yang ikhlas senantiasa meras khawatir dirinya popular dikalangan masyarakat ia senantiasa berusaha agar raputasi yang menyangkut diri dan agamanya tidak tersebar luas,apalagi jika ia termasuk yang disegani dan terpandang , ia menyadari bahwa perbuatan yang di nilai allah adalah perbuatan yang didasarkan pada apa yang didalam hati,bukan semata-mata berdasarkan apa yang tampak. Ia meyakini bahwa meskipun reputasi seseorang terdengar di seluruh dunia, orang lain tidak akan sanggup menyelamatkan dirinya dari siksa dan murka Allah.
2. Mengakui kekurangan diri
Seorang yang ikhlas selalu merasa dirinya banyak kekurangan di sisi Allah. Ia mersa belum maximal dalam dalam menjalankan berbagai kewajiban yang di bebankan allah kepadanya. Hatinya tidak pernah terjangkit penyakit bangga (ujub) terhadap amal perbuatan maupun status dirinya . bahkan , ia senantiasa merasa kuatir bahwa kejahatan yang pernah dilakukannya tidak di ampuni oleh Allah . ia juga selalu cemas bahwa semua kebaikan yang dikerjakannya tidak diterima oleh – Nya .
3. Cenderung menyembunyikan amal kebajikan
Orang yang tulus ikhlas cenderung lebih menyukai amal perbuatannya yang tidak di keteahui oleh pihak lain dari pada amal yang gaungnya terdengar dimana – dimana, apalagisampai di muat di media massa.ia lebih suka tergabung dalam kelompok akar pohon .
4.Menyamakan tugas seorang jendral dengan tugas seorang prajurit.
Menurut pandangan seorang yang tulus ikhlas. Tugas yang di emban oleh seorang jendral sama dengan tugas yang di pikul seorang prajurit jika tugas – tugas itu masih dalam bingkai mencari keridhoan allah mendakwah agamanya.
5. Mengutamakan keridhoan allah daripada keridhoan manusia
seorang yang tulus ikhlas tidak mempunyai keinginan mendapatkan perhatian orang lain sebab hal itu akan menimbulkan ke murkaan allah
6. Cinta dan marah karena allah
ia menjadikan cinta dan bencinya, pemberian dan penolakannya,ridho dan marahnya karena kecintaannya kepadanya.Allah dan ke inginan membela agamanya, bukan untuk kepentingan pribadi. Sikapnya tidak sama dengan orang yang mengeruk keuntungan duniawi. Meraka di cela oleh Allah didalam Alqur’an Allah berfirman tetang mereka:
“Dan diantara mereka ada orang yang mencelamu tetang (pembagian ) Zakat. Jika mereka di beri sebagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika meraka tidak di beri sebagian dari padanya dengan serta merta meraka bersenang hati, dan jika meraka tidak di beri sebagian dari padanya dengan serta merta merka menjadi marah”
(Attaubah :58)
7. Sabar terhadap Panjangnya jalan
Seorang yang tulus ikhlas akan tetap berdakwah dan berzihad di jalan Allah. Ia tetap tegar meskipun jalan yang hendak di tempuh masih jauh, kemenangan yang akan di peroleh belum pasti, kesuksesan masih jauh dari harapan, dan meskipun ia harus menghadapi berbagai macam kesulitan karena ke cenderungan dan sikap manusia yang berbeda – beda.
8. Merasa gembira jika kawannya memiliki kelebihan
seorang yang ikhlas pasti merasa senang melihat para juru dakwah memiliki kemampuan andal. Seorang yang ikhlas selalu memberikan kesempatan kepada orang lain yang mempunyai kemampuan memadai untuk mengambil bagian di bidang dakwah. Ia mempersilahkan orang itu tampil dan berperan tanpa merasa iri hati atau mendadam.
Mudah – mudahan kita termasuk orang yang ikhlas karena ke ikhlasan itu hanya Allah dan kita yang tau Alloh hu a’lam boshowab.
Wahyudi
Referensi : buku ikhlas benten kekutan islam
Karangan : Yusuf Qardhawi